Paket Badal Haji 2019 – Nava Tour & Travel 

Paket Badal Haji 2019

Kami sudah menyiapkan paket badal haji 2019 untuk keluarga atau orang tua tercinta dengan biaya yakni Rp 11,000,000. Insya Allah paket badal haji 2019 dilaksanakan dan dilakukan dengan profesional dan amanah di kota Mekkah. Tentunya dengan aturan dan syariat yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Setelah selesai di badalkan haji saudara ataupun keluarga Anda maka akan diberikan Sertifikat Badal Haji atas nama terbadal.

In sya Allah ibadah haji tersampaikan dan diterima oleh Allah, dan semoga yang berniat untuk membadalkan haji orang tua ataupun saudara, diberikan balasan yang melimpah dan digantikan Allah dengan pahala yang berlipat-lipat ganda. Karena berbakti kepada kedua orang tua meskipun mereka telah wafat lebih dulu.

Apakah yang dimaksud dengan Badal Haji?

Singkatnya yang disebut dengan badal haji adalah melaksanakan ibadah haji namun atas nama orang lain, baik ibunya, ayahnya, saudara kandung, sepupu, ataupun orang lain, dikarenakan ada halangan tertentu dari yang akan digantikan.

Baik yang dihajikan itu sudah meninggal, atau bisa juga karena sudah tua dan tidak memungkinkan orang tersebut untuk melakukan ibadah haji seutuhnya selama kurang lebih sebulan penuh.

Apa hukumnya melaksanakan Badal Haji?

Hal ini dapat dilihat dalam 2 keadaan, yaitu apabila yang dihajikan sudah meninggal dunia, dan semasa hidupnya dia dianggap sudah mampu utnuk mengerjakan haji secara materi, maka hukumnya wajib menghajikannya bagi para ahli warisnya, meskipun si mayit tidak pernah memberikan wasiat untuk menghajikannya.

Karena Haji adalah rukun Islam yang kelima dan harus dikerjalan bila sudah mampu secara finansial. Hal ini sudah ditegaskan dalam firman Allah SWT:  “Mengerjakan ibadah haji ke Baitullah adalah kewajiban bagi manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” (QS. Ali Imran: 97)

Adapun dalil-dalil yang menyebutkan tentang bolehnya menghajikan orang lain, baik yang dihajikan itu karena sakit sehingga tidak mampu mengerjakannya ataupun yang dihajikan sudah wafat lebih duku sebelum terlaksana ibadah haji nya, di antara nya adalah :

Wahai Rasulullah ayahku telah mampu wajib Haji, akan tetapi dia sudah tua renta dan tidak mampu lagi duduk di atas kendaraan. Apakah boleh aku yang melakukan ibadah haji untuknya?” maka Jawab Rasulullah “Ya, Berhajilah untuknya” (HR. Bukhari Muslim)

Seorang perempuan dari bani Juhainah datang kepada Rasulullah SAW. Dan bertanya “Wahai Rasulullah, Ibuku pernah bernadzar ingin melaksanakan ibadah haji, namun sampai beliau meninggal dia belum sempat melaksanakan ibadah haji tersebut,maka apakah aku bisa menghajikannya? Rasulullah menjawab “Hajikanlah untuknya, kalau ibumu punya hutang kamu juga wajib membayarnya bukan? Bayarlah hutang Allah, karena hak Allah lebih berhak untuk dipenuhi” (HR. Bukhari, Nasa’i).

Seorang anak disunnahkan untuk menghajikan orang tuanya yang telah meninggal dunia ataupun tidak mampu lagi melakukan ibadah haji secara fisik. Dalam sebuah hadist Rasulullah pernah berkata kepada Abu Razin “Berhajilah untuk ayahmu dan berumrahlah”. Dalam riwayat Jabir dikatakan “Barang siapa yang menghajikan ayahnya atau ibunya, maka ia telah menggugurkan kewajiban haji keduanya, dan ia mendapatkan keutamaan sepuluh haji”.

Riwayat Ibnu Abbas mengatakan “Barangsiapa melaksanakan haji untuk kedua orang tuanya, atau membayar hutangnya, maka ia akan dibangkitkan di hari kiamat nanti bersama orang-orang yang dibebaskan” (Semua hadist riwayat Daruquthni).